Seminat Oftalmologi Komunitas membuka pendaftaran anggota baru, silahkan klik disini
09.11.2011
Category : Kegiatan Bakti Sosial

MATA SEHAT-CEGAH KEBUTAAN AKIBAT DIABETES


Sebagaimana diketahui retinopati diabetik merupakan salah satu jenis komplikasi bagi para penyandang diabetes mellitus( baca kencing manis). Riset WHO yang menempatkan Indonesia di posisi 4 terbesar Negara penyandang diabetes membuka mata RSCM dalam hal ini Departemen Mata dan Departemen Penyakit Dalam bersama dengan HKI dan Optik Tunggal mencoba untuk memprakarsai diadakannya Festival Diabetes dari tanggal 17 Oktober 2011-25 November 2011. Upaya ini juga dilaksanakan sebagai peran serta secara aktif dalam menyambut world sight day ( hari penglihatan sedunia) yang jatuh pada tanggal 13 Oktober dan world diabetic day ( hari diabetes sedunia) yang bertepatan pada tanggal 14 November. Festival ini juga melibatkan Puskesmas sebagai salah satu ujung tombak upaya kesehatan terutama dalam hal preventif atau pencegahan.

Mata sehat-cegah kebutaan akibat diabetes diusung sebagai tema dalam festival ini yang melibatkan LSM,instansi pemerintah dan ormas. Pembukaan festival di selenggarakan pada tanggal 4 November 2011 bertempat di lantai 1 RSCM Kirana dan di hadiri 45 orang perwakilan dari sudinkes, FKUI-RSCM,HKI,PERSADIA,Perdami Jakarta,Optik TunggalPasien rujukan dari Puskesmas. Kegiatan serupa juga akan dilakukan di PKM Kayu Putih pada tanggal 14-18 November 2011 dan PKM Tebet pada tanggal 21-25 November 2011 sebagai wujud menjadikan puskesmas sebagai mitra kerja dalam upaya kesehatan.

Festival juga diselenggarakan sebagai pendorong dan penopang program retinopati diabetik yang telah berjalan sejak juni 2010 dan akan berakhir pada juni 2012. Pencegahan, meningkatkan kewaspadaan dan menanamkan fungsi edukasi pada para penyandang adalah pengejawantahan vision 20/20 sekaligus menjadi tujuan penyelenggaraan program. Tidak hanya pasien dari puskesmas se dki Jakarta, ormas yang bersinggungan dengan penyandang diabetes seperti PERSADIA ( Persatuan Diabetes Indonesia ) dan POSPINDU coba dirangkul agar supaya kegiatan ini menyentuh banyak pihak dan komprehensif. Konsep penanganan secara holistik pun dijadikan sebagai landasan berpikir mensukseskan program ini.

Setiap penyandang diabetes akan menerima layanan foto fundus untuk mendeteksi ada atau tidaknya kelainan di retina  karena perdarahan atau yang lainnya. Bilamana diketahui adanya indikasi terdapat komplikasi maka pasien akan segera dirujuk. Para penyandang diabetes yang membutuhkan tindakan laser sebagai sebuah kompensasi yang terkait dengan tingkat keparahan retinopati akan dilakukan pada hari yang sama. Sebagai catatan dan menjadi poin penting departemen mata FKUI-RSCM meniadakan pembayaran untuk semua jenis layanan dan tindakan tersebut. “One Day Service” coba dikembangkan sebagai idiom pada khalayak luas bahwa setiap tahapan penanganan sebagai sesuatu yang tidak memakan waktu dan penyelamatan memburuknya penglihatan dapat dicegah.

Berdasarkan data program retinopati diabetik per September 2011 jumlah penyandang DM yang terjaring mencapai 2738 orang ( lihat table 1).Pencapaian ini dapat digolongkan sebagai  indicator kesuksesan dalam kurun waktu yang tidak kurang dari 1 tahun 3 bulan. Di samping itu, tersirat didalamnya nama imam barozi sebagai salah satu kisah sukses penanganan retinopati diabetik yang mengalami peningkatan tajam penglihatan. Beliau ikut dalam program setelah mendengarkan sebuah sesi penyuluhan di sebuah RS di bilangan Bogor. Kesan yang mendalam menggerakkan hati dan kaki beliau menuju RSCM yang ditempuh dalam waktu 3 jam perjalanan dan tak lupa  pula mengajak sahabat dan keluarga beliau untuk menjadi bagian dari skrining RD

Tabel 1  Distribusi peserta program RD

NO

Deskripsi

Jumlah

1

Retinopati Diabetik

631

2

Retina Normal

908

3

Penyakit Mata Lainnya

1158

4

Tidak dapat dinilai ( media opacity atau kesalahan teknis )

41

 

TOTAL

2738

 

                Banyak kendala melingkupi dalam upaya menghubungi pasien yang terindikasi butuh rujukan atau pemeriksaan lebih lanjut.(lihat tabel 2). Meskipun telah dilakukan komunikasi via telepon dan kosrepondensi.Namun angka menjadi dapat dihiraukan manakala jumlah pasien yang tidak menyetujui untuk dilakukan tindakan laser hanya 2 orang dari 74 orang yang disarankan untukmendapatkan tindakan laser. Ini berarti bahwa fungsi edukasi telah berjalan dengan baik dan harapan di masa mendatang agar fungsi ini dapat diestafetkan kepada para penyandang diabetes.

Tabel2 Data Alasan Tidak Mau di Rujuk

 

Seminar dan workshop telah dilakukan tidak hanya kepada Persadia tetapi juga seluruh Puskesmas dan Pospindu yang melibatkan Sudinkes setempat. Pengumuman kepada khalayak umum melalui media massa ternama dan radio setempat juga menjadi bagian dari strategi. Tidak ketinggalan juga pemberdayaan dan peningkatan kemampuan dokter spesialis mata dalam hal melakukan tindakan laser juga diselenggarakan yang tidak hanya mencakup Jakarta. Banyak tantangan dan halangan dalam pengembangan program dimana begitu banyak pihak atau instansi yang terkait di dalamnya yang tetap dalam 1 tujuan,yaitu berupa memberikan pelayanan yang holistik dalam rangka meningkatkan tingkat kepuasan masyarakt dan mencegah kebutaan,khususnya.





Share on Facebook      

Berita Lainnya

27.03.2014
SKP Gratis
Dari kita untuk kita
Yth. Anggota Perdami Rekan sejawat dokter anggota IDI dapat memperoleh SKP GRATIS dengan mengakses website www.idionline.org. Informasi lengkap dapat dilihat pada website tersebut.   Sala ...
Selengkapnya

20.02.2014
Deadline registration of WOC in Tokyo, March 3rd, 2014
Dear Colleagues,   Bruce Spivey, the President of the International Council of Ophthalmology (ICO), has asked me to let you know that March 3 is the deadline for reduced registration rates fo ...
Selengkapnya

30.12.2013
SOSIALISASI TARIF BPJS
Berikut disampaikan beberapa pokok kesimpulan dari rapat tentang sosialisasi BPJS: JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang diselenggarakan oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) ...
Selengkapnya

26.11.2013
KERJASAMA PERDAMI, RSCM KIRANA, METRO TV , PELINDO DAN BAZNAS
Kegiatan Bakti Sosial
Dalam rangka memperingati World Sight Day Perdami bekerjasama denga RSCM Kirana, Metro TV, Pelindo dan Baznas melaksanakan Bakti Sosial  Operasi Katarak  pada tanggal 23 November 2013 dengan ...
Selengkapnya

25.10.2013
Penawaran ke APAO TOKYO 2014
Dari kita untuk kita
1. Garuda Indonesia  GA  884 T  01APR CGKNRT HS1  2340  #0900     GA  885 T  07APR NRTCGK HS1  1200   1800  Harga ...
Selengkapnya

14.10.2013
Himbauan Uluran Tangan Sejawat untuk dr. Bambang Guntur, Sp.M
Dari kita untuk kita
Yang terhormat seluruh anggota Perdami, Assalamualaikum Wr.Wb. Salam sejahtera kami haturkan ., semoga kita senantiasa dalam lindungan Tuhan YME,dan senantiasa mendapat berkah dan kemudahan ri ...
Selengkapnya

09.10.2013
World Sight Day 2013 Seminar & Wet Lab
Kegiatan Ilmiah
Banyak kasus oftalmologi datang di saat kondisinya sudah lanjut. Kurangnya kesadaran penderita dan keluarga untuk segera membawa ke pelayanan kesehatan menyebabkan lebih sulitnya penanganan terhadap k ...
Selengkapnya

26.09.2013
HASIL KONAS XIII PALEMBANG
Dari kita untuk kita
  Hasil Kongres Nasional XIII Perdami Hotel Aryaduta, Palembang, 29 Agustus 2013     Pada tanggal 29 Agustus 2013 telah diselenggarakan Kongres Nasional Perdami ke 13 di Hotel ...
Selengkapnya

23.09.2013

Dari kita untuk kita
Abdul Madjid Dialog pejabat dan perdami.. (OTOKRITIK) Pejabat : "perdami, berapa pencapaian hasil kegiatan operasi katarak yang selama ini telah dilaksanakan..?" Perdami : "Banya ...
Selengkapnya

17.09.2013

Dari kita untuk kita
...
Selengkapnya