Seminat Oftalmologi Komunitas membuka pendaftaran anggota baru, silahkan klik disini
26.02.2009
Category : Artikel

Dokter Umum Bisa Bantu Cegah Kebutaan Glaukoma


Dokter Umum Bisa Bantu Cegah Kebutaan Glaukoma

Apa itu glaukoma?
Glaukoma adalah penyakit saraf mata yang berhubungan dengan peningkatan tekanan bola mata. Penyakit ini merupakan penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia. Kehilangan penglihatan yang diakibatkan oleh glaukoma dapat dicegah melalui deteksi dini dan terapi oleh dokter .

Kenapa dokter umum penting?
Dokter umum sebagai lini terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, perlu mengenali gejala glaukoma secara dini untuk mencegah terjadinya kebutaan yang permanen. Selain itu dokter umum juga dituntut dapat menangani kasus kegawatdaruratan akibat glaukoma.

Gunakan TOP untuk mengenali glaukoma
TOP adalah singkatan dari tonometri, oftalmoskopi dan perimetri.
 

Tonometri
Tonometri adalah alat untuk mengukur tekanan intra okular (TIO). TIO digolongkan sebagai normal apabila nilainya antara 10-21 mmHg. TIO yang tinggi (>21 mmHg) adalah salah satu faktor risiko glaukoma. Mekanisme TIO tinggi adalah gangguan aliran keluar cairan akuous akibat disfungsi system drainase di bilik mata depan (sudut terbuka) maupun karena penutupan sudut bilik mata itu sendiri (sudut tertutup). 


Salah satu pemeriksaan tonometri sederhana menggunakan Schiøtz tonometer. Angka yang didapatkan dari skala dirujuk ke tabel konversi untuk mendapatkan nilai TIO dalam mmHg.

Oftalmoskopi
Bila ada kecurigaan glaukoma berdasarkan keluhan atau faktor risiko pada pasien, pemeriksaan oftalmoskopi dilakukan untuk memastikan diagnosis. Kelainan dikatakan bermakna bila ada pembesaran cup-to-disc ratio (CDR) lebih besar dari 0.5, dan asimetri CDR antara dua mata 0.2 atau lebih.

Siapa saja yang berisiko?
1. Tekanan bola mata tinggi >21mmHg (risiko meningkat 5x)
2. Usia di atas 40 tahun
3. Rabun dekat yang ekstrim
4. Tekanan darah tinggi (peningkatan risiko 80%)
5. Kencing manis/ diabetes melitus (risiko meningkat 2x)
6. Cedera mata sebelumnya
7. Glaukoma pada keluarga (risiko meningkat 3x)
8. Penggunaan steroid jangka panjang(risiko meningkat 3x)
9. Asimetri TIO & CDR antara 2 mata

Perimetri
Kerusakan nervus optikus memberikan gangguan lapang pandangan yang khas pada glaukoma. Secara sederhana, lapang pandangan dapat diperiksa dengan tes konfrontasi.

Jenis glaukoma?
Pasien glaukoma dapat dibagi menjadi glaukoma akut dan kronik, primer atau sekunder, dan sudut terbuka atau sudut tertutup.
 

Glaukoma Akut
Glaukoma akut biasanya terjadi secara mendadak, dengan gejala nyeri mata yang berat atau sakit kepala, mata buram, melihat pelangi di sekitar lampu, mual dan muntah. Serangan ini harus segera ditangani agar tidak menyebabkan kebutaan.Pada glaukoma jenis ini terjadi hambatan penyaluran keluar cairan akous yang menyebabkan peningkatan tekanan intra okular mendadak dan dramatis.
 

Glaukoma kronik
Perjalanan penyakitnya lambat sehingga perlu pemeriksaan periodik untuk deteksi dan penanganan dini. Penderita glaukoma tipe ini biasanya sering tersandung saat berjalan karena telah terjadi penyempitan lapang pandang akibat glaukoma, sedangkan penglihatan sentralnya tidak terganggu. Hal ini menyebabkan penderita sering kali datang ke dokter dalam stadium lanjut.

Glaukoma Primer atau Sekunder
Glaukoma primer dicurigai bila terdapat kelainan pada pemeriksaan TOP di kedua mata. Glaukoma sekunder dicurigai bila hanya satu mata yang terganggu dan ada kecurigaan penyebab gangguan drainase cairan akuous yang jelas.


Glaukoma Sudut Terbuka atau Sudut Tertutup

Anyaman trabekulum tampak

Anyaman trbekulum tertutup pangkal iris


Glaukoma kongenital

Anak-anak yang lahir dengan gangguan sudut bilik mata akan mengalami drainase cairan akuos yang terhambat. Gejala yang muncul biasanya kornea keruh, fotofobia, dan epifora.
 

Alat diagnostik mutakhir untuk deteksi dini glaukoma:
Tekanan bola mata dengan non contact tonometry, tonometer aplanasi dan tonopen.
Perimeter komputer Humphrey
Pengukuran ketebalan lapisan saraf mata dengan Optical Coherence Tomography (OCT) dan Heidelberg Retinal Tomography (HRT)
Pengukuran kedalaman bilik depan bola mata dengan anterior OCT

 Penulis : dr. Virna Dwi Oktariana, SpM





Share on Facebook      

Berita Lainnya

27.03.2014
SKP Gratis
Dari kita untuk kita
Yth. Anggota Perdami Rekan sejawat dokter anggota IDI dapat memperoleh SKP GRATIS dengan mengakses website www.idionline.org. Informasi lengkap dapat dilihat pada website tersebut.   Sala ...
Selengkapnya

20.02.2014
Deadline registration of WOC in Tokyo, March 3rd, 2014
Dear Colleagues,   Bruce Spivey, the President of the International Council of Ophthalmology (ICO), has asked me to let you know that March 3 is the deadline for reduced registration rates fo ...
Selengkapnya

30.12.2013
SOSIALISASI TARIF BPJS
Berikut disampaikan beberapa pokok kesimpulan dari rapat tentang sosialisasi BPJS: JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang diselenggarakan oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) ...
Selengkapnya

26.11.2013
KERJASAMA PERDAMI, RSCM KIRANA, METRO TV , PELINDO DAN BAZNAS
Kegiatan Bakti Sosial
Dalam rangka memperingati World Sight Day Perdami bekerjasama denga RSCM Kirana, Metro TV, Pelindo dan Baznas melaksanakan Bakti Sosial  Operasi Katarak  pada tanggal 23 November 2013 dengan ...
Selengkapnya

25.10.2013
Penawaran ke APAO TOKYO 2014
Dari kita untuk kita
1. Garuda Indonesia  GA  884 T  01APR CGKNRT HS1  2340  #0900     GA  885 T  07APR NRTCGK HS1  1200   1800  Harga ...
Selengkapnya

14.10.2013
Himbauan Uluran Tangan Sejawat untuk dr. Bambang Guntur, Sp.M
Dari kita untuk kita
Yang terhormat seluruh anggota Perdami, Assalamualaikum Wr.Wb. Salam sejahtera kami haturkan ., semoga kita senantiasa dalam lindungan Tuhan YME,dan senantiasa mendapat berkah dan kemudahan ri ...
Selengkapnya

09.10.2013
World Sight Day 2013 Seminar & Wet Lab
Kegiatan Ilmiah
Banyak kasus oftalmologi datang di saat kondisinya sudah lanjut. Kurangnya kesadaran penderita dan keluarga untuk segera membawa ke pelayanan kesehatan menyebabkan lebih sulitnya penanganan terhadap k ...
Selengkapnya

26.09.2013
HASIL KONAS XIII PALEMBANG
Dari kita untuk kita
  Hasil Kongres Nasional XIII Perdami Hotel Aryaduta, Palembang, 29 Agustus 2013     Pada tanggal 29 Agustus 2013 telah diselenggarakan Kongres Nasional Perdami ke 13 di Hotel ...
Selengkapnya

23.09.2013

Dari kita untuk kita
Abdul Madjid Dialog pejabat dan perdami.. (OTOKRITIK) Pejabat : "perdami, berapa pencapaian hasil kegiatan operasi katarak yang selama ini telah dilaksanakan..?" Perdami : "Banya ...
Selengkapnya

17.09.2013

Dari kita untuk kita
...
Selengkapnya